Doa kunut yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa kunut yang dibaca ketika shalat witir. Ini berdasarkan hadis shahih dari cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,
عن الْحَسَن بْن عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قال :
عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ
أَقُولُهُنَّ فِي قُنُوتِ الْوِتْرِ : ( اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ
هَدَيْتَ ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ ، …)
Hasan bin Ali mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku
beberapa kalimat doa yang hendaknya aku ucapkan ketika kunut witir:
‘Allahummahdinii fiiman hadaiit, wa ‘aafinii fiiman ‘aafaiit,….dst.’
(HR. Nasa’i 1746, Abu Daud 1425, Turmudzi 464).
Berikut teks doa kunut:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ
عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا
أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا
يُقْضَى
عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ
عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
ALLAHUMMAH-DINII FII-MAN HADAIIT, WA ‘AAFINII FII MAN ‘AAFAIIT, WA
TAWALLA-NII FII MAN TAWALLAIIT WA BAARIK LII FII MAA A’-THAIIT, WA QINII
SYARRA MAA QADHAIIT, INNAKA TAQDHII WA LAA YUQDHAA ‘ALAIIK, WA INNAHUU
LAA YADZILLU MAW-WAA-LAIIT, WA LAA YA’IZZU MAN ‘AADAIIT, TABAARAK-TA
RABBANAA WA TA’AALAIIT
Terjemahan:
Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk.
Berilah aku keselamatan, sebagaimana orang yang telah Engkau beri keselamatan.
Jadilah wali bagiku, sebagaimana Engkau telah menjadi wali bagi hamba-Mu yang Engkau kehendaki.
Berkahilah untukku terhadap apa yang telah Engkau berikan kepadaku.
Lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau takdirkan.
Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menjatuhkan ketetapan untuk-Mu.
Sesungguhnya tidak akan terhina orang Engkau jadikan wali-Mu.
Tidak akan mulia orang yang menjadi musuh-Mu.
Maha Mulia Engkau wahai Rab kami, dan Maha Tinggi.
Tidak ada tempat selamat dari (hukuman-Mu), kecuali dengan bersandar kepada-Mu.
Diakhiri dengan membaca Shalawat Nabi.
Sumber: Konsultasi Syariah Online

No comments:
Post a Comment