Thursday, April 16, 2015

Teks Bacaan Wirid Dzikir Setelah Sholat

1. Membaca Istighfar 3 kali. Rosululloh saw bersabda :

“مَنِ اسْتَغْفَرَ اللهَ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ : “أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لاَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ”, غُفِرَتْ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَرَّ مِنَ الزَّحْفِ, وَيَزِيْدُ فِيْهِ “اْلعَظِيْمَ” بَعْدَ الصُّبْحِ وَاْلمَغْرِبِ”(أَخْرَجَهُ ابْنُ السُّنِّيِّ وَأَبُوْ يَعْلَى عَنِ اْلبَرَاءِ) (إِرْشَادُ الْعِبَادِ)

“Barangsiapa beristighfar sesudah shalat 3 kali (dengan membaca Astaghfirullohalladzii lailaha illa huwa…dst) maka diampuni dosa-dosanya walaupun melarikan diri dari barisan peperangan. Setelah shalat subuh dan maghrib ditambah “’al‘Adzim” (jadinya Astaghfirullohal’Adzim)”. (HR. Ibnus Sunni dan Abu Ya’la dari Al-Baro’) [Lihat Irsyadul ‘Ibad, hlm. 20.]

2. Membaca :

لاَ اِلَهَ ِالاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ ×١٠
وَيَزِيْدُ فِيْهَا: “يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ” بَعْدَ الصُّبْحِ وَاْلعَصْرِ وَاْلمَغْرِبِ.

Imam Ar Rofi’i meriwayatkan sabda Nabi : “Ketika kamu sholat fardlu ucapkanlah setelah selesai shalat : lailaha illalloh …dst, maka ditulis pahalanya seperti memerdekakan budak. setelah subuh, ashar dan maghrib ditambah Yuhyii wa yumiitu biyadihil khoiru. (lihat kitab Irsyadul Ibad, hal. 20)
Dalam kitab al Husunul Mani’ah, hlm. 7, karya Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al Maliki al Hasani, menyebutkan bahwa Nabi saw bersabda :


إِنَّ مَنْ قَالَهُ إِذَا أَصْبـَحَ عَشْرَ مَرَّاتٍ كُتِبَ لَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَمُحِيَ ِبِهنَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَ لَهُ ِبهِنَّ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَكُنَّ لَهُ عَدْلَ عِتْقِ اَرْبَعِ رِقَابٍ، وَكُنَّ لَهُ حَرْسًا حَتَّى يُمْسِيَ. وَمَنْ قَالَهَا إِذَا صَلَّى الْمَغْرِبَ دُبُرَ صَلاَتِهِ فَمِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ.

“Barang siapa yang membacanya setiap pagi (ba’da shubuh) 10 kali, dia akan diberi pahala 10 kebaikan dan dihapus 10 keburukan, dan diangkat 10 derajat kebaikan. Dan dengan membacanya akan diberi imbalan sebanding dengan membebaskan 4 orang budak, akan menjadi penjaga baginya sampai sore harinya. Dan barang siapa membacanya setelah shalat maghrib, seperti tersebut di atas hingga shubuh.”

3. Membaca : 

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. ×١
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

Dalam sebuah hadits disebutkan. 

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ … دَوَاءٌ مِنْ تِسْعَةٍ وَتِسْعِيْنَ دَاءٍ أَيْسَرُهَا اْلهَمُّ. (رَوَاهُ ابْنُ أَبِى الدُّنْيَا عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ)

“Laa haula walaa quwwata illaa billah .., itu merupakan obat dari 99 penyakit, sedang yang termudah dapat menghilangkan penyakit kesusahan. (HR. Ibnu Abi Dunya dari Abu Huroiroh).

Demikian pula disebutkan dalam kitab al Husunul Mani’ah, hlm. 19, karya Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al Maliki al Hasani, menyebutkan mengenai kemanfaatan bagi orang yang suka membaca Hauqolah, antara lain : Menghilangkan kesedihan. Merupakan tanaman surga yang kelak dipetiknya sendiri. Merupakan obat dari segala macam penyakit. Menjaga kenikmatan. Dijauhkan dari kemiskinan.

4. Membaca : 

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.
Hadits riwayat Imam Muslim (931) yang bersumber dari Tsauban, meriwayatkan bahwa Nabi saw, setiap habis shalat selalu membaca do’a tersebut :
Isinya adalah kalimat do’a keselamatan dan berkah kepada Allah dengan menyebutkan salah satu Asma’ul husna, yaitu as-Salam.

5. Membaca surat al Fatihah.

6. Membaca surat al Baqoroh ayat 163.

وَاِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَاحِدٌ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ.

Imam At Tirmidzi (3400) meriwayatkan dari Asma’ binti Yazid bahwa Nabi saw bersabda : “Asma Allah yang paling agung terdapat dalam 2 ayat ini (Wailahukum ilahun wahid…, Al Baqarah : 163) dan (alif lam mim Allahu lailaha illa huwa…, QS. Ali Imron :1).

7. Kemudian membaca Ayat Kursy (Surat Al Baqoroh ayat 255).

8. Lalu membaca surat Ali ‘Imron ayat 18 – 19. 

شَهِدَ اللهُ اَنَّهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ وَاْلمَلآئِكَةُ وَأُولُوالْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ. لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ. اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ اْلإِسْلاَمِ.

9. Lalu membaca Surat Ali ‘Imron ayat 26 – 27 :

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآء ُوَتَنْـزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ، وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. تُوْلِجُ اللَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ اْلحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ. وَتَرْزُقُ مَنْ تَشآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ.

Disebutkan pula dalam kitab Irsyadul Ibad hlm. 20 ,Hadits Nabi Riwayat Al Harits bin Umar dari Rosululloh bersabda :

اِنَّ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَآيَةَ الْكُرْسِيِّ وَشَهِدَ اللهُ اِلَى اْلإِسْلاَمِ. وَقُلِ اللَّهُمَّ اِلَىحِسَابٍ، مُعَلَّقَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ. قُلْنَ يَا رَبِّ أَتُهْبِطُنَا اِلَى أَرْضِكَ وَاِلَى مَنْ يَعْصِيْكَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : ِبْي حَلَفْتُ لاَيَقْرَأُكُنَّ أَحَدٌ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ اِلاَّ جَعَلْتُ الْجَنَّةَ مَثْوَاهُ عَلَى مَاكَانَ فِيْهِ. وَأَسْكَنْتُهُ خَطِيْرَةَ الْقُدْسِ وَنَظَرْتُ اِلَيْهِ بِعَيْنِي الْمَكْنُوْنَةِ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ سَبْعِيْنَ مَرَّةً وَقَضَيْتُ لَهُ كَلَّ يَوْمٍ سَبْعِيْنَ حَاجَةً، وَأَدْنَاهَا اْلمَغْفِرَةُ وَأَعَذْتُهُ مِنْ كُلِّ عَدُوٍّ وَحَاسِدٍ وَنَصَرْتُهُ.

Artinya :
“Sesungguhnya surat Al-Fatihah, ayat kursi, ayat : syahidAllahu Sampai kata al-Islam, dan ayat: Qulillahumma sampai kata Hisab. Tergantung (di ‘Arsynya Allah) di mana antara bacaan-bacaan tersebut dengan Allah tidak terbatasi hijab. Bacaan-bacaan tersebut berkata kepada Allah : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau akan menurunkan kami ke bumiMu dan kepada orang-orang yang bermaksiyat kepadaMu?”. Allah berfirman :” Demi Diriku Aku bersumpah, tidaklah seseorang membaca kalian setelah shalat kecuali Aku jadikan sorga sebagai tempatnya, dan Aku tempatkan dia di hadhirotul qudsi (pagar kesucian = nama suatu tempat di sorga), dan Aku melihatnya dengan “MataKu” yang tersembunyi setiap hari 70 kali, dan Aku kabulkan hajatnya setiap hari 70 hajat dimana hajat yang paling ringan adalah maghfiroh-Ku, dan Aku lindungi serta Aku beri kemenangan dia dari setiap musuh dan orang yang hasud.”

10. Kemudian membaca Tasbih 33 kali, Tahmid 33 kali, Takbir 33 kali.
Hadits dari Abu Huroiroh menjelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda :

مَنْ سَبَّحَ اللهَ ِفيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَحَمِدَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَكَبَّرَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَقَالَ عَام اْلمِائَةِ : لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ الخ .. غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَاِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ. (رواه مسلم)

“Barang siapa yang membaca tasbih di tiap-tiap habis menjalankan shalat (fardlu) 33 kali, membaca tahmid 33 kali, membaca takbir 33 kali, dan supaya genap 100 kali dia membaca :
لآ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
Maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah walaupun sebanyak bilangan buih lautan. (HR. Muslim : 939).

11. Kemudian membaca tahlil :

قَالَ ابْنُ زُبَيْرٍ : وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ. – رواه مسلم 

“Sahabat Ibnu Zubair meriwayatkan bahwa Nabi saw membaca tahlil dan membaca lal ilaaha illAllah sehabis shalat. (HR. Muslim : 935, Nasa i : 1322, Abu Dawud : 1288).

Sumber: Ar Rahmah Online

No comments:

Post a Comment